Kebaikan akan berbuah kebaikan

Pak Bagus jadi supir angkot. Hari itu penumpang sepi, Pak Bagus hanya membawa satu penumpang. Di tengah jalan, seorang ibu dengan tiga anaknya melambaikan tangan menghentikan angkotnya.

Pak Bagus menepikan angkotnya, terlihat wajah ragu si ibu.

"Pak, ke simpang lampu merah, berapa ongkosnya?' tanya si ibu.

"Delapan ribu, bu." jawab Pak Bagus.

Semakin jelas wajah ragu si ibu.

"Uang saya cuma lima ribu, boleh saya naik, Pak?" tanyanya.

"Naiklah, Bu." kata Pak Bagus.

Si Ibu pun naik.

Sesampainya ditempat yang dimaksud, Ibu tersebut turun dan memberikan selamabar uang lima ribu pada Pak Bagus.

"Simpan aja uangnya, Bu." kata Pak Bagus sambil menginjak gas perlahan meninggalkan si Ibu.

"Terima kasih, Pak." terdengar ibu itu berucap.

"Turun di depan bengkel mobil Jaya, mas ya?" ucap penumpang laki-laki yang sejak tadi menjadi satu-satunya penumpang dari terminal.

Pak Bagus menepikan angkotnya.

"Ini ongkosnya, Mas. Lebihnya ambil aja untuk bayar ongkos ibu tadi dengan anak-anaknya." katanya sambil memberikan uang dua puluh ribu.

=====

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Muat

Yah, bukunya mana?

Doa Pak Bagus