Yah, bukunya mana?
Pak Bagus pulang dari perjalanan luar kota.
"Ayah pulang, ayah pulang ..." girang anak-anaknya menyambutnya menyerbu kadatangan si ayah yang segera diikuti oleh ibunya.
"Salam ayah..." ujar istri Pak Bagus.
"Kakak dulu..." kata si sulung meminta agar menyalami ayahnya lebih dulu.
Pak Bagus segera mengulurkan tangan dan segera disambut oleh anak-anaknya dengan ciuman di tangan. Pak Bagus memeluk anak-anak, menghadiahkan ciuman sayang.
"Oleh-olehnya mana, Yah?" tanya anak Pak Bagus yang nomor dua.
"Itu..." kata Pak Bagus sambil mengarahkan jari telunjuknya.
Anak-anak segera melepaskan diri dari pelukan ayahnya menuju bungkusan yang ditunjuk dan membukanya.
"Yah, bukunya mana?" tanya si sulung.
"Kok, makanan semua." sambungnya.
"Iya. Ayah minta maaf ya? Ayah tak sempat ke toko buku. Nanti saja kita beli ke pasar, ya?" kata Pak Bagus.
"Janji ya, Yah?" cecar anaknya.
"Iya, insya Allah." kata Pak Bagus.
Pak Bagus memang biasa memberikan oleh-oleh buku setiap kali ia bepergian keluar kota. Tapi, kali ini Pak Bagus memang tak sempat pergi ke toko buku. Pak Bagus membiasakan anak-anaknya gemar membaca.
=====
"Ayah pulang, ayah pulang ..." girang anak-anaknya menyambutnya menyerbu kadatangan si ayah yang segera diikuti oleh ibunya.
"Salam ayah..." ujar istri Pak Bagus.
"Kakak dulu..." kata si sulung meminta agar menyalami ayahnya lebih dulu.
Pak Bagus segera mengulurkan tangan dan segera disambut oleh anak-anaknya dengan ciuman di tangan. Pak Bagus memeluk anak-anak, menghadiahkan ciuman sayang.
"Oleh-olehnya mana, Yah?" tanya anak Pak Bagus yang nomor dua.
"Itu..." kata Pak Bagus sambil mengarahkan jari telunjuknya.
Anak-anak segera melepaskan diri dari pelukan ayahnya menuju bungkusan yang ditunjuk dan membukanya.
"Yah, bukunya mana?" tanya si sulung.
"Kok, makanan semua." sambungnya.
"Iya. Ayah minta maaf ya? Ayah tak sempat ke toko buku. Nanti saja kita beli ke pasar, ya?" kata Pak Bagus.
"Janji ya, Yah?" cecar anaknya.
"Iya, insya Allah." kata Pak Bagus.
Pak Bagus memang biasa memberikan oleh-oleh buku setiap kali ia bepergian keluar kota. Tapi, kali ini Pak Bagus memang tak sempat pergi ke toko buku. Pak Bagus membiasakan anak-anaknya gemar membaca.
=====
Komentar
Posting Komentar