Doa Pak Bagus

Pak Bagus mendapat tugas ke tanah Sumatera. Jauh dari kota. Untuk sampai ke tempat tugas harus menempuh jalan yang jelek, berbatu dan berlumpur.

Selama di tempat tugas, Pak Bagus menjadi orang yang berbaur dengan masyarakat setempat. Sering Pak Bagus diminta menjadi khatib solat jumat, menjadi pembaca doa pada acara kenduri maupun selamatan. Pak Bagus sering juga diminta menjadi penceramah pada acara pengajian mingguan dimesjid.

Setiap kali Pak Bagus menjadi penceramah di mesjid ataupun rumah-rumah masyarakat sering kali pendengar ceramahnya tertidur. Sebabnya, bisa jadi suara Pak Bagus yang lembut dan dialek khas Jawa yang bisa dikatakan dengan medok, berbanding terbalik dengan suara orang-orang setempat yang bervolume keras sebagai tipikal orang Sumatera.

Namun demikian, Pak Bagus tak kapok dengan kejadian pendengar yang kerap tidur apabila ia ceramah itu. Ia tetap hadir dengan tepat waktu pada acara-acara pengajian yang diadakan oleh masyarakat setempat. Kerap juga ia diminta memimpin doa penutup pengajian. Dalam setiap doa yang ia pimpin, ia selalu membacakan "Ya Allah, satukanlah kami dalam ukhuwah."

Delapan tahun kemudian, Pak Bagus dikembalitugaskan ke Jawa. Berita pun tersebar bahwa Pak Bagus akan kembali ke Jawa.

Bergantian masyarakat datang menemui menyatakan akan merasa kehilangan hingga hari keberangkatan berduyun masyarakat melepas Pak Bagus.

"Ya Allah, inikah jawaban doaku selama ini?" Tanya Pak Bagus dalam hati.

"Satukanlah kami dalam ukhuwah. Berikan penggantiku untuk mereka orang yang dapat mengajak kepada Mu ya Allah." Doa Pak Bagus.

=====

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Muat

Yah, bukunya mana?