Hanya butuh waktu sebentar



Dua anak datang ke meja kasir dengan sebuah kue bolu bulat yang baru diambil dari etalase, meletakkannya dan merogoh uang dalam saku celananya.

"Berapa harganya, Pak?" tanya anak itu

"Enam puluh lima ribu, dek." kata kasir

Dua anak itu berubah warna mukanya.

"Maaf, Pak. Uangnya kurang. Boleh saya meletakkannya lagi di etalase?" tanya anak yang lebih besar. Sepertinya, kakaknya.

"Iya, silakan." jawab kasir.

"Biar saya membelinya, Pak." kata seorang laki-laki yang sedang menunggu antrian di belakang dua anak tadi sambil memegang beberapa macam barang belanjaan.

"Ini untukmu, dek" kata laki-laki itu kepada dua anak yang membatalkan pembeliannya.

"Tapi Pak..."

"Ambillah. Bapak tadi dengan percakapan kalian berdua. Simpan uangmu, kau bisa gunakan untuk lainnya." kata laki-laki itu.

Anak itu menerimanya walau wajah mereka terlihat masih ragu. Mohon diri dari hadapan laki-laki tadi.

"Pak, saya hanya jadi beli odol dan sikat gigi saja, ya?" kata laki-laki itu pada kasir.

"Saya hanya punya uang ini." sambungnya sambil menunjukkan satu lembar uang seratus ribu memberi jawaban atas wajah heran kasir.

"Kenapa Bapak membelikan kue bolu untuk anak tadi, sementara belanja Bapak sendiri harus Bapak kurangi?" tanya kasir.

"Saya tadi mendengar percakapan mereka berdua di dekata etalase. Butuh berbulan mereka kumpulkan uang di celengan untuk dapat membeli kue tadi untuk hari ini saja. Sementara saya, insya Allah hanya butuh waktu sebentar untuk dapat membeli belanjaan saya yang saya batalkan tadi." katanya.

"Siapa nama Bapak?" tanya kasir

"Bagus."

=====

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Muat

Yah, bukunya mana?

Doa Pak Bagus