Untuk Kucing
Pak Bagus makan siang di rumah makan. Ukuran hidangan setiap porsinya lumayan banyak sehingga Pak Bagus tak dapat mengahabiskan makanan yang ia pesan.
Seperti rumah makan pada umumnya, rumah makan yang dikunjungi Pak Bagus kali ini juga akan menghitung harga satu porsi walaupun makanan itu tidak habis dimakan.
Pak Bagus berfikir kalau makanan ini dibungkus dan dibawa pulang, ia akan menghemat biaya untuk makan malam nanti. Maka ketika pelayan rumah makan menghitung jumlah harga yang harus dibayar, Pak Bagus berpesan:
"Dek, ini makanan yang tidak habis tolong dibungkus untuk kucing saya di rumah." Kata Pak Bagus pada si pelayan rumah makan dan pelayanpun mengiyakannya.
Sesampainya di rumah, Pak Bagus membuka bungkusan dari rumah makan tadi. Pak Bagus kaget melihat isi bungkusan yang ia bawa ternyata berisi tulang-tulang ikan bercampur dan sambal sisa berair yang sudah tidak mungkin lagi dimakan oleh manusia.
Apa yang terjadi?
Ternyata di dapur rumah makan tadi, karena pelayan teringat kata-kata Pak Bagus bahwa makanan yang dipesan adalah untuk kucing maka pelayan pun berfikir
"Kalau untuk kucing, baguslah saya masukkan juga tulang-tulang ikan sisa dari piring lain." fikir si pelayan. Maka pelayanpun memasukkan tulang-tulang ikan sisa yang telah bercampur dengan sambal dan air dari piring-piring bekas pembeli lalu membungkusnya dan memberikannya pada Pak Bagus.
He... he... makanya Pak Bagus, ini buah tidak jujur. Akhirnya kan bawa sampah ke rumah. he... he ...
=====
Seperti rumah makan pada umumnya, rumah makan yang dikunjungi Pak Bagus kali ini juga akan menghitung harga satu porsi walaupun makanan itu tidak habis dimakan.
Pak Bagus berfikir kalau makanan ini dibungkus dan dibawa pulang, ia akan menghemat biaya untuk makan malam nanti. Maka ketika pelayan rumah makan menghitung jumlah harga yang harus dibayar, Pak Bagus berpesan:
"Dek, ini makanan yang tidak habis tolong dibungkus untuk kucing saya di rumah." Kata Pak Bagus pada si pelayan rumah makan dan pelayanpun mengiyakannya.
Sesampainya di rumah, Pak Bagus membuka bungkusan dari rumah makan tadi. Pak Bagus kaget melihat isi bungkusan yang ia bawa ternyata berisi tulang-tulang ikan bercampur dan sambal sisa berair yang sudah tidak mungkin lagi dimakan oleh manusia.
Apa yang terjadi?
Ternyata di dapur rumah makan tadi, karena pelayan teringat kata-kata Pak Bagus bahwa makanan yang dipesan adalah untuk kucing maka pelayan pun berfikir
"Kalau untuk kucing, baguslah saya masukkan juga tulang-tulang ikan sisa dari piring lain." fikir si pelayan. Maka pelayanpun memasukkan tulang-tulang ikan sisa yang telah bercampur dengan sambal dan air dari piring-piring bekas pembeli lalu membungkusnya dan memberikannya pada Pak Bagus.
He... he... makanya Pak Bagus, ini buah tidak jujur. Akhirnya kan bawa sampah ke rumah. he... he ...
=====
Komentar
Posting Komentar