Ulang Tahun
Pak Bagus mempunyai anak semata wayang perempuan yang baru berusia 3 tahun bernama Putri.
Saat tiba ulang tahun yang ke tiga, Pak Bagus ingin merayakan ulang tahun dengan mengundang banyak tamu untuk menyenangkan hati putrinya.
Dihari pelaksanaan ketika tetamu sudah berdatangan, Pak Bagus dan istri siap mengapit putrinya untuk menyanyikan lagu "Hepi Besdey" yang akan disambung dengan acara potong kue. Ketika akan dimulai, tiba-tiba anak perempunya mendengar suara musik khas yang sangat ia dikenal dan setiap hari pasti lewat dekat rumahnya.
"Es klim ..." Teriaknya
"Papa, Putli mau es klim, Pa" pintanya.
"Nanti aja es krimnya, sayang. Kita nyanyi lagu ulang tahun dulu, baru kita nanti beli es krim ya sayang." Kata Pak Bagus.
"Nggak. Putli mau es klim." jawab anak perempuannya.
"Iya. Tapi nanti ya sayang." bujuk Pak Bagus.
"Sekalang." Jawab Putri menolak permintaan Pak Bagus.
Kembali Pak Bagus membujuk, tapi Putri tetap menolak dan mulai menunjukkan wajah yang siap menangis.
Pak Bagus bingung, semakin ia bujuk semakin pecah tangis anak perempuannya. Bersamaan dengan itu suara musik tukang es krim keliling terdengar mulai bergerak menjauhi rumahnya. Anak perempunnya tahu itu, maka nyatalah tangisnya dan semakin keras.
"Oh... mak..." keluh Pak Bagus dalam hati.
Tamu sudah berkumpul ramai. Tapi Putri tak mau tahu. Ia mau es krim. Dan Pak Bagus tahu bagaimana kalau anak perempunnya sudah minta sesuatu dan menangis. Jangan harap diam kalau belum dapat apa yang ia minta.
Kue ulang tahuhn istimewa plus lilin, musik ulang tahun yang siap berdebum, dan ramainya tamu yang hadir dengan kado ditangan yang siap diberikan pada anak perempuannya ternyata tak lebih menyenangkan dari es krim yang dijual oleh pedagang keliling.
Hati Pak Bagus sedih karena acara tak berjalan sesuai rencana. Hati Putri, anak perempuan Pak Bagus juga sedih karena tak dapat es krim yang ia minta. Tangis Putri belum berhenti.
Pak Bagus berkata dalam hati "Ulang tahun ini untuk siapa?"
=====
Saat tiba ulang tahun yang ke tiga, Pak Bagus ingin merayakan ulang tahun dengan mengundang banyak tamu untuk menyenangkan hati putrinya.
Dihari pelaksanaan ketika tetamu sudah berdatangan, Pak Bagus dan istri siap mengapit putrinya untuk menyanyikan lagu "Hepi Besdey" yang akan disambung dengan acara potong kue. Ketika akan dimulai, tiba-tiba anak perempunya mendengar suara musik khas yang sangat ia dikenal dan setiap hari pasti lewat dekat rumahnya.
"Es klim ..." Teriaknya
"Papa, Putli mau es klim, Pa" pintanya.
"Nanti aja es krimnya, sayang. Kita nyanyi lagu ulang tahun dulu, baru kita nanti beli es krim ya sayang." Kata Pak Bagus.
"Nggak. Putli mau es klim." jawab anak perempuannya.
"Iya. Tapi nanti ya sayang." bujuk Pak Bagus.
"Sekalang." Jawab Putri menolak permintaan Pak Bagus.
Kembali Pak Bagus membujuk, tapi Putri tetap menolak dan mulai menunjukkan wajah yang siap menangis.
Pak Bagus bingung, semakin ia bujuk semakin pecah tangis anak perempuannya. Bersamaan dengan itu suara musik tukang es krim keliling terdengar mulai bergerak menjauhi rumahnya. Anak perempunnya tahu itu, maka nyatalah tangisnya dan semakin keras.
"Oh... mak..." keluh Pak Bagus dalam hati.
Tamu sudah berkumpul ramai. Tapi Putri tak mau tahu. Ia mau es krim. Dan Pak Bagus tahu bagaimana kalau anak perempunnya sudah minta sesuatu dan menangis. Jangan harap diam kalau belum dapat apa yang ia minta.
Kue ulang tahuhn istimewa plus lilin, musik ulang tahun yang siap berdebum, dan ramainya tamu yang hadir dengan kado ditangan yang siap diberikan pada anak perempuannya ternyata tak lebih menyenangkan dari es krim yang dijual oleh pedagang keliling.
Hati Pak Bagus sedih karena acara tak berjalan sesuai rencana. Hati Putri, anak perempuan Pak Bagus juga sedih karena tak dapat es krim yang ia minta. Tangis Putri belum berhenti.
Pak Bagus berkata dalam hati "Ulang tahun ini untuk siapa?"
=====
Komentar
Posting Komentar