Suatu Saat Akan Kau Rasakan
Bagus sedang nyatri di sebuah pondok pesantren. Karena kiriman uang setiap bulannya dari orang tuanya sedikit maka ia harus menghemat belanja. Makan pun ia sering berlaukkan garam atau kecap saja.
Karena seringnya makan hanya dengan berlaukkan garam atau kecap saja, akhirnya keluarnya keluhan akan ketidakenakan nyantri yang ia jalani.
Satu hari Bagus bercerita dan mengeluh akan keadaannya pada salah satu gurunya.
"Guru, kehidupan orang tuaku miskin sehingga hanya sedikit uang yang bisa mereka kirim untukku membuatku sering hanya makan dengan garam dan kecap saja." ujar Bagus.
Mendengar keluhan Bagus, gurunya berkata:
"Bagus, bertahanlah dengan keadaanmu. Suatu saat kau rasakan betapa nikmat dan lezatnya keberhasilan yang kau dapat dari makan garam dan kecapmu hari ini."
=====
Karena seringnya makan hanya dengan berlaukkan garam atau kecap saja, akhirnya keluarnya keluhan akan ketidakenakan nyantri yang ia jalani.
Satu hari Bagus bercerita dan mengeluh akan keadaannya pada salah satu gurunya.
"Guru, kehidupan orang tuaku miskin sehingga hanya sedikit uang yang bisa mereka kirim untukku membuatku sering hanya makan dengan garam dan kecap saja." ujar Bagus.
Mendengar keluhan Bagus, gurunya berkata:
"Bagus, bertahanlah dengan keadaanmu. Suatu saat kau rasakan betapa nikmat dan lezatnya keberhasilan yang kau dapat dari makan garam dan kecapmu hari ini."
=====
Komentar
Posting Komentar