Pak Bagus membonceng dua orang kawannya. Ia kendarai sepeda motornya sementara kawannya duduk berpegangan di belakangnya. Seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas melihat aksi Pak Bagus dan rekan-rekannya. Polisi meniup peluit dan memberi isyarat agar Pak Bagus menepikan sepeda motornya. "Maaf pak, sudah tidak muat." Kata Pak Bagus dengan suara yang keras ingin memastikan polisi itu mendengarnya. Pak Bagus terus memutar gas sepeda motor. =====
Pak Bagus pulang dari perjalanan luar kota. "Ayah pulang, ayah pulang ..." girang anak-anaknya menyambutnya menyerbu kadatangan si ayah yang segera diikuti oleh ibunya. "Salam ayah..." ujar istri Pak Bagus. "Kakak dulu..." kata si sulung meminta agar menyalami ayahnya lebih dulu. Pak Bagus segera mengulurkan tangan dan segera disambut oleh anak-anaknya dengan ciuman di tangan. Pak Bagus memeluk anak-anak, menghadiahkan ciuman sayang. "Oleh-olehnya mana, Yah?" tanya anak Pak Bagus yang nomor dua. "Itu..." kata Pak Bagus sambil mengarahkan jari telunjuknya. Anak-anak segera melepaskan diri dari pelukan ayahnya menuju bungkusan yang ditunjuk dan membukanya. "Yah, bukunya mana?" tanya si sulung. "Kok, makanan semua." sambungnya. "Iya. Ayah minta maaf ya? Ayah tak sempat ke toko buku. Nanti saja kita beli ke pasar, ya?" kata Pak Bagus. "Janji ya, Yah?" cecar anaknya. "Iya, ...
Pak Bagus mendapat tugas ke tanah Sumatera. Jauh dari kota. Untuk sampai ke tempat tugas harus menempuh jalan yang jelek, berbatu dan berlumpur. Selama di tempat tugas, Pak Bagus menjadi orang yang berbaur dengan masyarakat setempat. Sering Pak Bagus diminta menjadi khatib solat jumat, menjadi pembaca doa pada acara kenduri maupun selamatan. Pak Bagus sering juga diminta menjadi penceramah pada acara pengajian mingguan dimesjid. Setiap kali Pak Bagus menjadi penceramah di mesjid ataupun rumah-rumah masyarakat sering kali pendengar ceramahnya tertidur. Sebabnya, bisa jadi suara Pak Bagus yang lembut dan dialek khas Jawa yang bisa dikatakan dengan medok, berbanding terbalik dengan suara orang-orang setempat yang bervolume keras sebagai tipikal orang Sumatera. Namun demikian, Pak Bagus tak kapok dengan kejadian pendengar yang kerap tidur apabila ia ceramah itu. Ia tetap hadir dengan tepat waktu pada acara-acara pengajian yang diadakan oleh masyarakat setempat. Kerap juga ia diminta ...
Komentar
Posting Komentar