Sangka
Ketika melakukan sebuah perjalanan, Pak Bagus terlambat solat dzuhur. Ia datang ke mesjid setelah jamaah solat telah bubar. Mesjid sepi dan solat sendiri.
Usai solat, Pak Bagus baru tahu bahwa masih ada orang dalam mesjid duduk bersandar ke tiang besar di tengah mesjid. Laki-laki dengan berpakaian jubah dan jenggot lebat.
"Teroris..." bisiknya hati Pak Bagus sebab tontonan yang sering ia lihat ciri-ciri teroris adalah berjenggot lebat.
Sekilas pandangan mata Pak Bagus bertemu dengan orang itu. Cepat Pak Bagus mengalihkan pandangan dan mengakhiri doa ba'da solatnya.
Pak Bagus berjalan hendak keluar mesjid.
"Pak..." Panggil orang berjenggot itu.
"Dompet bapak jatuh." Sambung lelaki itu sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah lantai mesjid tempat dompet Pak Bagus terjatuh.
"Oh, iya. Terima kasih pak." Kata Pak Bagus.
Dalam hati, Pak Bagus berkata:
"Aku salah. Aku telah berburuk sangka padanya. Orang itu baik. Aku mencapnya buruk hanya karena tontonan dari Tv yang tak jelas juntrungannya. Kalau saja orang itu tak memberitahukannya, maka aku telah kehilangan dompet dan isinya. Dan aku tak akan punya ongkos untuk pulang ke rumah. Ampuni aku ya Allah. Berilah ia rahmat MU"
=====
Usai solat, Pak Bagus baru tahu bahwa masih ada orang dalam mesjid duduk bersandar ke tiang besar di tengah mesjid. Laki-laki dengan berpakaian jubah dan jenggot lebat.
"Teroris..." bisiknya hati Pak Bagus sebab tontonan yang sering ia lihat ciri-ciri teroris adalah berjenggot lebat.
Sekilas pandangan mata Pak Bagus bertemu dengan orang itu. Cepat Pak Bagus mengalihkan pandangan dan mengakhiri doa ba'da solatnya.
Pak Bagus berjalan hendak keluar mesjid.
"Pak..." Panggil orang berjenggot itu.
"Dompet bapak jatuh." Sambung lelaki itu sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah lantai mesjid tempat dompet Pak Bagus terjatuh.
"Oh, iya. Terima kasih pak." Kata Pak Bagus.
Dalam hati, Pak Bagus berkata:
"Aku salah. Aku telah berburuk sangka padanya. Orang itu baik. Aku mencapnya buruk hanya karena tontonan dari Tv yang tak jelas juntrungannya. Kalau saja orang itu tak memberitahukannya, maka aku telah kehilangan dompet dan isinya. Dan aku tak akan punya ongkos untuk pulang ke rumah. Ampuni aku ya Allah. Berilah ia rahmat MU"
=====
Komentar
Posting Komentar