Pak Bagus Gagal Paham
Pak Bagus baru pulang dari melayat. Wajahnya menunjukkan kebingungan berat. Kening berkerut menggambarkan sesuatu masalah tengah bertempur dalam pikirannya.
Istri Pak Bagus segera memberikan segelas air bening berharap bisa membuat lebih tenang. Namun tidak juga berkurang kerutan di kening Pak Bagus.
"Ada apa to, Pak?" Tanya istri Pak Bagus.
"Itu kening berkerut, muka bingung. Apa sih yang dipikirin?" Sambung istri Pak Bagus.
"Ga paham aku." Jawab Pak Bagus.
"Apanya yang ga paham? Mbok yo... cerita. Siapa tahu bisa bantu." Kata istrinya.
"Ga paham saya. Pak Anu yang baru meninggal adalah orang kaya di kampung kita. Rumahnya besar, mobilnya banyak, kebun juga luas. Tapi giliran mandi terakhirnya hari ini, mandinya ngga di kamar mandi. Ada yang bilang kamar mandinya kecil, jadi ngga muat." cerita Pak Bagus.
"Terus ..., apanya yang ngga paham?" Tanya istri Pak Bagus.
"Bagaimana aku mau paham? Ini adalah hari terakhir bagi Pak Anu mandi di rumahnya. Tapi justru dia dimandikan di luar rumah. Dibuatkan kamar mandi darurat dengan hanya membuat sekat-sekat dari baliho bekas yang di baliho itu ada tulisannya 'nati juga lo paham'." Cerita Pak Bagus.
"Kalo aku, benar-benar malu aku. Ngga paham aku, bu."
=====
Istri Pak Bagus segera memberikan segelas air bening berharap bisa membuat lebih tenang. Namun tidak juga berkurang kerutan di kening Pak Bagus.
"Ada apa to, Pak?" Tanya istri Pak Bagus.
"Itu kening berkerut, muka bingung. Apa sih yang dipikirin?" Sambung istri Pak Bagus.
"Ga paham aku." Jawab Pak Bagus.
"Apanya yang ga paham? Mbok yo... cerita. Siapa tahu bisa bantu." Kata istrinya.
"Ga paham saya. Pak Anu yang baru meninggal adalah orang kaya di kampung kita. Rumahnya besar, mobilnya banyak, kebun juga luas. Tapi giliran mandi terakhirnya hari ini, mandinya ngga di kamar mandi. Ada yang bilang kamar mandinya kecil, jadi ngga muat." cerita Pak Bagus.
"Terus ..., apanya yang ngga paham?" Tanya istri Pak Bagus.
"Bagaimana aku mau paham? Ini adalah hari terakhir bagi Pak Anu mandi di rumahnya. Tapi justru dia dimandikan di luar rumah. Dibuatkan kamar mandi darurat dengan hanya membuat sekat-sekat dari baliho bekas yang di baliho itu ada tulisannya 'nati juga lo paham'." Cerita Pak Bagus.
"Kalo aku, benar-benar malu aku. Ngga paham aku, bu."
=====
Komentar
Posting Komentar